Adakah pengertian pajak menurut versi lain?

Sebelum saya menulis berbagai hal teknis tentang perpajakan di Indonesia,  saya akan terlebih dahulu mencari tahu, sebenarnya apa sih  “produk”  yang namanya Pajak.  Kenapa sih banyak orang yang merasa enggan bahkan sampai ada yang “takut” berhubungan dengan pajak.  

Dari beberapa penelusuran di beberapa referensi,  ternyata  saya bisa mendapatkan jawaban,  sebagaimana termuat dalam beberapa definisi pajak yang akan saya tampilkan tulisan saya kali in.

  1. Definisi menurut Prof. Dr. P.j.Adriani

Profesor ini pernah menjadi guru besar dalam hukum pajak di Universitas Amsterdam dan Pemimpin International Bureo of Fiscal Documentation. Menurut Prof. Dr. P.J.A.Adriani yang disampaikan oleh R. Santoso Brotodiharjo, S.H. dalam buku Pengantar Ilmu Hukum Pajak:

“Pajak adalah iuaran kepada Negara (yang dapat dipaksakan) yang terhutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas Negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.”

  1. Definisi menurut Prof Dr. Rochmat Soemitro, S.H. dalam bukunya Dasar-dasar Hukum Pajak dan Pajak Pendapatan, yang kemudian termuat kembali dalam bukunya R. Santoso Brotodiharjo, S.H, yang berjudul Pengantar Ilmu Hukum Pajak, adalah sebagai berikut:

“Pajak adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal (kontraprestasi), yang langsung dapat ditunjukan dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum”, dengan penjelasan sebagai berikut:”Dapat dipaksakan” artinya: bila hutang pajak tidak dibayar, hutnag itu dapat ditagih dengan menggunakan kekerasan, seperti surat paksa dan sita, dan juga penyanderaan; terhadap pembayaran pajak,  tidak dapat ditunjukan jasa  timbal balik tertentu, seperti halnya dengan retribusi.

 

  1. Definisi menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983  Tentang KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN Sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU Nomor 28 tahun 2007

“Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan  yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *